WAJAH KESAYANGAN HAMBA

Sunday, August 15, 2010

KISAH DAUN


Pada sebatang pohon kecil, hiduplah beberapa daun yang tumbuh bersama. Di antara daun-daun tersebut terdapat sehelai daun yang sangat besar dan kuat. Daun itu diagung-agungkan karena kekuatannya. Dialah yang dianggap pelindung bagi daun-daun lainnya dari badai, hujan, panas matahari yang terik, dan bahaya lainnya.

Suatu hari datanglah musim kemarau yang panjang. Daun-daun di pohon kecil itu mulai layu karena tidak mendapat air dan makanan. Daun besar yang tadinya kuat dan besar mulai kelihatan kerepot. Ia berusaha melindungi daun-daun lainnya dari matahari yang bersinar sangat terik sehingga daun-daun sahabatnya itu tidak kehilangan air lebih banyak lagi. Hari berganti hari, daun besar itu sudah sampai pada puncak usahanya. Ia mulai carik-robek sehingga sinar matahari mulai menembusnya. Ia mulai kehilangan kekuatannya dan daun-daun lainnya pun sudah mulai mengabaikannya karena ia tidak kuat lagi seperti dulu.

Beberapa hari kemudian daun besar itu merasa tidak kuat lagi akhirnya ia berkata kepada teman-temannya , "Teman-teman aku tidak lagi mempunyai kekuatan untuk melindungi kalian, aku akan gugur. Selamat tinggal". Setelah berkata demikian akhirnya daun besar itu pun gugurlah. Musim kemarau terus berlanjut, daun-daun di pohon kecil itu saling bertahan untuk hidup. Mereka sudah melupakan daun besar yang telah berjasa melindungi mereka sehingga mereka dapat bertahan sampai sekarang.

Musim kemarau tidak juga berakhir. Daun-daun di pohon kecil itu sudah mulai kehilangan harapan. Mereka merasa sangat kelaparan, kehausan dan akan mati. Di saat mereka putus asa, tiba tiba dirasakan adanya air dan makanan dari tanah. Mereka kehairanan akan adanya keajaiban itu. Setelah lama mencari-cari, mereka menyedarinya. Mereka melihat bahwa daun besar itu sudah reput dan menghasilkan air dan makanan bagi mereka. Akhirnya dengan air dan makanan dari daun besar tadi, daun daun di pohon kecil itu dapat bertahan sampai musim hujan datang.

Daun-daun di pohon kecil itu sangat menyesal karena telah melupakan daun besar itu, walhal sampai akhir hayatnya daun besar itu tetap menjadi penyelamat bagi daun-daun lainnya.

Renungan bagi kita,

Janganlah menilai seseorang dengan penampilan dan kekuatannya.

Tuhan memberikan bantuan kepada kita melalui siapa saja bahkan melalui orang yang kita anggap telah jatuh dan hina.

TERIMA KASIH KERANA SUDI MENGUNJUNGI HOK SENGOTI. SEMOGA KUNJUNGAN INI BUKAN UNTUK YANG TERAKHIR KALINYA. BERTEMU KERANA ALLAH, BERPISAH PASTI TIDAK GELISAH.

2 GENTA RASA:

ckLah@xiiinam said...

Betul...jangan menilai dan menghukum orang hanya dengan pandangan kasar kita saja...Allah maha Adil.

fiQfrozen said...

sekali berkawan..selamanaya kawan..xde ape yg akan memisahkan persaudaraan selain dari mati..bersaudaralah kerana Allah..=)

PENCINTA BULAN

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

MONOLOG


Kepada kau yang ditendang murid...
Kepada kau yang menendang murid...
Kepada kau yang lari tak nak ke pedalaman..
Kepada kau yang tak mau pulang ke semenanjung dari pedalaman...
Kepada kau yang makan gaji buta...
Kepada kau yang ajar orang buta...
Kepada kau yang 'mengipas' guru besar...
Kepada kau yang jadi guru besar...
kepada kau yang denda murid merokok...
kepada kau yang merokok dalam stor...
kepada kau yang yang marah murid mengorat...
kepada kau yang mengorat anak murid...
kepada kau yang sepak murid x makan saman...
kepada kau yang disaman ibu bapa

TANPA KAU SEKOLAH SERBA TAK KENA

PING SANA, PING SINI

My Ping in TotalPing.com | Blogged.my | Syoknyer Blogging blogr.my

PENAFIAN

Blog ini merupakan blog peribadi penulis, tidak mewakili aspirasi mana-mana parti politik, organisasi, NGO mahupun tempat penulis bekerja. Hasil penulisan di dalam blog ini merupakan pandangan peribadi penulis sendiri. Penulis tidak bertanggungjawab atas masalah "KECIL HATI" yang kronik bagi sesiapa yang mengunjungi blog ini..terima kasih

ShoutMix chat widget